Soal TKA Sejarah: Masa Kerajaan Hindu-Budha


 

SOAL TKA SEJARAH – KERAJAAN HINDU-BUDDHA DI NUSANTARA

1. Kehidupan politik Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur dapat diketahui dari prasasti Yupa yang ditulis dalam bahasa Sanskerta dengan huruf Pallawa. Prasasti tersebut menceritakan tentang raja-raja yang memerintah secara turun-temurun dan melakukan upacara kurban besar.
Apa makna penting dari keberadaan prasasti Yupa dalam konteks perkembangan politik Nusantara?

A. Bukti awal pengaruh India dalam bidang ekonomi dan perdagangan.
B. Bukti adanya sistem pemerintahan teratur dan munculnya kerajaan pertama di Indonesia.
C. Bukti bahwa rakyat Kutai sudah mengenal sistem demokrasi.
D. Bukti bahwa pengaruh budaya Cina sudah masuk ke wilayah Kalimantan.
E. Bukti bahwa masyarakat Kutai sudah mengenal perdagangan internasional.

 

2. Kerajaan Tarumanegara dikenal sebagai kerajaan Hindu tertua di Jawa Barat yang meninggalkan banyak prasasti, salah satunya Prasasti Tugu yang berisi pembangunan saluran air oleh Raja Purnawarman. Apa yang dapat disimpulkan dari isi prasasti tersebut mengenai sistem pemerintahan Tarumanegara?

A. Raja berperan aktif dalam mengatur kehidupan ekonomi rakyatnya.
B. Rakyat Tarumanegara hidup dalam sistem pemerintahan demokratis.
C. Pembangunan saluran air menunjukkan pengaruh budaya agraris Cina.
D. Raja mengandalkan perdagangan laut sebagai sumber utama ekonomi.
E. Purnawarman adalah tokoh spiritual yang mengajarkan keagamaan.

 

3. Prasasti Nalanda menyebut adanya permintaan dari raja Sriwijaya kepada raja di India untuk mendirikan asrama bagi pelajar dari Nusantara. Hal ini menunjukkan adanya hubungan internasional pada masa itu.
Apa makna penting hubungan tersebut bagi perkembangan Sriwijaya?

A. Sriwijaya menjadi pusat perdagangan rempah di Asia Tenggara.
B. Sriwijaya menjalin hubungan politik dengan India untuk menghindari peperangan.
C. Sriwijaya berperan sebagai pusat studi agama Buddha di kawasan Asia Tenggara.
D. Sriwijaya berambisi menaklukkan wilayah India Selatan.
E. Sriwijaya memperluas jaringan perdagangan laut ke Cina dan Jepang.

 

4. Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah diperkirakan akibat bencana alam berupa letusan Gunung Merapi yang memaksa pusat kerajaan pindah ke Jawa Timur.
Apa dampak utama dari perpindahan pusat kerajaan ini terhadap perkembangan politik di Jawa?

A. Terjadinya kemunduran budaya agraris dan munculnya budaya maritim.
B. Terjadinya pergeseran kekuasaan dan munculnya kerajaan-kerajaan baru di Jawa Timur.
C. Raja Mataram menjadi penguasa tunggal seluruh Jawa.
D. Jawa Tengah menjadi pusat perdagangan utama di Nusantara.
E. Munculnya sistem pemerintahan federatif di Jawa Timur.

5. Raja Balaputradewa dari Sriwijaya dikenal sebagai raja yang memperkuat armada laut dan memperluas hubungan dagang ke berbagai negara.
Apa tujuan utama kebijakan tersebut bagi kerajaan Sriwijaya?

A. Menguasai seluruh wilayah Nusantara secara politik.
B. Menjadikan Sriwijaya sebagai pusat pendidikan agama Hindu.
C. Mengontrol jalur perdagangan internasional dan meningkatkan kemakmuran ekonomi.
D. Mengembangkan teknologi pelayaran modern.
E. Menghapuskan pengaruh India di kawasan Asia Tenggara.

6. Kerajaan Kediri berkembang pesat di bidang sastra dengan karya-karya seperti Kakawin Bharatayuddha. Karya tersebut menunjukkan pengaruh budaya India yang kuat.
Apa makna penting perkembangan sastra pada masa Kediri?

A. Menunjukkan kejayaan budaya lokal yang bebas dari pengaruh luar.
B. Menjadi sarana propaganda politik kerajaan terhadap rakyat.
C. Mencerminkan kemampuan intelektual masyarakat dan akulturasi budaya Hindu-Jawa.
D. Menggantikan sistem hukum tertulis dalam pemerintahan Kediri.
E. Menandai kemunduran moral masyarakat pada masa itu.

7. Kerajaan Singasari di bawah pemerintahan Kertanegara dikenal dengan politik luar negerinya yang ekspansif, termasuk Ekspedisi Pamalayu ke Sumatra.
Apa tujuan utama dari kebijakan ekspansi tersebut?

A. Memperluas wilayah pertanian dan sumber pangan.
B. Menghadapi ancaman dari Mongol dan memperkuat pengaruh di Nusantara.
C. Mencari lokasi baru untuk pusat pemerintahan.
D. Menjalin kerja sama budaya dengan kerajaan di Sumatra.
E. Meningkatkan pengaruh agama Buddha di Asia Tenggara.

 

8. Candi Borobudur dibangun pada masa Dinasti Syailendra dengan struktur megah yang menggambarkan ajaran Buddha Mahayana.
Apa makna pembangunan candi tersebut dalam konteks sosial budaya masyarakat kala itu?

A. Sebagai simbol kejayaan politik Dinasti Syailendra dan pusat kegiatan ekonomi.
B. Sebagai tempat pemujaan raja dan penguasa.
C. Sebagai bentuk akulturasi budaya lokal dengan kepercayaan Buddha yang mendalam.
D. Sebagai benteng pertahanan kerajaan dari serangan luar.
E. Sebagai tempat penyimpanan naskah-naskah kuno kerajaan.

 

9. Prasasti Ciaruteun memuat tapak kaki Raja Purnawarman yang disamakan dengan tapak kaki Dewa Wisnu.
Apa pesan simbolik yang terkandung dalam prasasti tersebut?

A. Raja dianggap sebagai titisan dewa yang berkuasa mutlak.
B. Raja menolak ajaran Hindu dan memilih kepercayaan lokal.
C. Masyarakat Tarumanegara sudah mengenal sistem republik.
D. Raja menyamakan kedudukannya dengan rakyat.
E. Raja memimpin dengan sistem kesetaraan sosial.

10. Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaan di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dan Gajah Mada dengan Sumpah Palapa yang terkenal.
Apa nilai historis dari Sumpah Palapa dalam konteks integrasi Nusantara?

A. Menjadi simbol cita-cita penyatuan wilayah Nusantara di bawah satu kekuasaan.
B. Menandai kemunduran kekuasaan kerajaan-kerajaan kecil di Jawa.
C. Merupakan deklarasi perang terhadap Sriwijaya.
D. Sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuasaan kolonial asing.
E. Mendorong masyarakat untuk berpindah agama.

11. Candi Prambanan dibangun untuk memuliakan Dewa Siwa pada masa kerajaan Mataram Kuno.
Apa makna pembangunan candi ini terhadap hubungan antaragama di masa itu?

A. Menunjukkan persaingan antara pemeluk Hindu dan Buddha.
B. Menunjukkan toleransi antara dua agama besar dengan membangun candi berdampingan.
C. Bukti pengaruh penuh ajaran Buddha dalam pemerintahan.
D. Menandai perpindahan agama kerajaan dari Buddha ke Islam.
E. Menunjukkan penolakan terhadap pengaruh luar.

12. Raja Airlangga dikenal sebagai raja yang bijaksana karena setelah perang saudara, ia membagi kerajaannya menjadi dua: Janggala dan Panjalu.
Apa tujuan utama pembagian kerajaan tersebut?

A. Menghindari perebutan kekuasaan antara keturunan kerajaan.
B. Meningkatkan hasil pertanian di kedua wilayah.
C. Memperluas jaringan perdagangan ke luar negeri.
D. Menjaga keseimbangan ekonomi di Jawa Timur.
E. Menyebarkan agama Hindu secara merata.

 

13. Candi Muara Takus di Riau merupakan peninggalan bercorak Buddha yang dibangun dengan bahan batu bata dan batu pasir.
Apa yang dapat disimpulkan dari ciri arsitektur candi tersebut?

A. Adanya akulturasi antara budaya lokal dan India dalam seni bangunan.
B. Masyarakat Sriwijaya tidak mengenal teknik arsitektur batu.
C. Candi digunakan sebagai benteng pertahanan.
D. Candi tersebut merupakan makam raja.
E. Pengaruh budaya India tidak ditemukan di wilayah Sumatra.

 

14. Kerajaan Mataram Kuno memiliki sistem pemerintahan teokratis, di mana raja dianggap sebagai wakil dewa di bumi.
Bagaimana sistem ini memengaruhi kehidupan sosial masyarakat?

A. Rakyat menjadi bebas mengkritik kebijakan raja.
B. Kedudukan sosial rakyat bergantung pada keahlian mereka.
C. Rakyat patuh penuh pada raja karena dianggap suci dan berkuasa mutlak.
D. Raja tidak memiliki peran dalam kegiatan keagamaan.
E. Pemerintahan dijalankan secara demokratis.

 

15. Candi Jago, Candi Kidal, dan Candi Singosari merupakan peninggalan masa Kerajaan Singasari yang bercorak Hindu-Buddha.
Apa makna dari corak campuran tersebut dalam konteks perkembangan agama di Nusantara?

A. Bukti persaingan keras antara dua agama besar.
B. Bentuk toleransi dan perpaduan ajaran dalam masyarakat.
C. Hasil kebetulan dari pembangunan dua candi berbeda.
D. Bukti bahwa masyarakat sudah meninggalkan ajaran Hindu sepenuhnya.
E. Bentuk penghormatan terhadap agama asing.

16. Kerajaan Bali Kuno dikenal masih mempertahankan tradisi Hindu sampai abad ke-15 ketika kerajaan Islam mulai berkembang di Nusantara.
Apa penyebab utama bertahannya pengaruh Hindu di Bali?

A. Letak geografis yang terisolasi dan kuatnya tradisi keagamaan lokal.
B. Bali menolak semua pengaruh asing.
C. Adanya hubungan erat dengan kerajaan Islam di Jawa.
D. Perdagangan dengan Eropa membawa ajaran Hindu baru.
E. Kerajaan Bali memiliki tentara yang kuat melawan pengaruh luar.

17. Pusat Kerajaan Sriwijaya berada di tepi Sungai Musi yang ramai oleh aktivitas perdagangan.
Bagaimana kondisi geografis tersebut berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi kerajaan?

A. Memudahkan pengawasan terhadap wilayah daratan.
B. Menjadikan Sriwijaya sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan internasional.
C. Membuat kerajaan bergantung pada pertanian sawah.
D. Membatasi hubungan dagang dengan luar negeri.
E. Menghambat perkembangan pelayaran.

 

18. Bukti masuknya pengaruh India ke Indonesia salah satunya adalah penggunaan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta pada prasasti-prasasti kuno.
Apa yang dapat disimpulkan dari fenomena tersebut?

A. Terjadi kontak budaya yang mendalam antara India dan Nusantara.
B. Indonesia menolak budaya lokal dan menggantinya dengan budaya India.
C. Raja-raja Indonesia belajar langsung dari India.
D. Huruf Pallawa digunakan untuk kepentingan militer.
E. Pengaruh India terbatas hanya pada ekonomi.

 

19. Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon memiliki garis lurus satu dengan lainnya, menunjukkan perencanaan tata ruang yang matang.
Apa makna dari tata ruang tersebut dalam konteks spiritual?

A. Simbol perjalanan manusia dari dunia fana menuju pencerahan.
B. Representasi struktur sosial masyarakat Jawa Kuno.
C. Bentuk penghormatan terhadap para leluhur.
D. Simbol kekuasaan raja terhadap alam semesta.
E. Rencana pertahanan wilayah kerajaan.

 

20. Kerajaan Majapahit mencapai kejayaan dalam perdagangan berkat letak geografisnya yang strategis di tepi Sungai Brantas dan dekat pelabuhan-pelabuhan penting.
Apa dampak utama dari kondisi tersebut terhadap kekuatan Majapahit?

A. Majapahit menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan di Asia Tenggara.
B. Mendorong rakyat meninggalkan sektor agraris.
C. Membuat Majapahit tergantung pada bantuan luar negeri.
D. Menyebabkan konflik internal antar bangsawan.
E. Menghambat hubungan diplomatik dengan Cina.

 

BAGIAN II – PILIHAN GANDA KOMPLEKS

(Pilihlah lebih dari satu jawaban yang benar!)


21.
Masuknya pengaruh Hindu-Buddha ke Nusantara terjadi melalui proses panjang kontak dagang dan budaya. Berbagai teori dikemukakan oleh para ahli untuk menjelaskan hal ini.
Manakah pernyataan yang tepat mengenai teori-teori masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia?

Teori Brahmana menyebutkan agama Hindu-Buddha dibawa oleh para pendeta India.
Teori Ksatria menekankan peran penaklukan militer oleh raja-raja India.
Teori Waisya beranggapan bahwa agama dibawa oleh pedagang India.
Teori Sudra mengaitkan penyebaran agama melalui budak India yang dibawa ke Nusantara.
Teori Arus Balik menyatakan penyebaran ajaran dilakukan oleh pelajar Nusantara dari India.


22.
Peninggalan budaya masa Hindu-Buddha di Nusantara memiliki ciri khas tertentu yang menunjukkan perpaduan unsur lokal dan India.
Yang merupakan bentuk akulturasi budaya Hindu-Buddha dengan budaya lokal antara lain:

Bentuk candi yang menyerupai gunung sebagai lambang kosmos.
Upacara sedekah laut yang dilakukan setiap tahun.
Cerita wayang yang diambil dari Mahabharata dan Ramayana.
Sistem kasta yang diberlakukan ketat dalam masyarakat.
Tradisi pembakaran jenazah (ngaben) di Bali.


23.
Kerajaan Sriwijaya mencapai kejayaannya karena beberapa faktor pendukung.
Faktor-faktor yang berperan penting dalam kejayaan Sriwijaya adalah:

Letaknya strategis di jalur perdagangan internasional.
Memiliki armada laut yang kuat untuk menguasai Selat Malaka.
Dikelilingi daerah pegunungan yang subur untuk pertanian.
Raja berperan aktif dalam bidang pendidikan agama Buddha.
Menjalin hubungan dengan Dinasti Tang di Cina.


24.
Kehidupan ekonomi masyarakat pada masa kerajaan Hindu-Buddha tidak hanya bergantung pada pertanian.
Kegiatan ekonomi yang berkembang pada masa itu meliputi:

Perdagangan antarwilayah dan luar negeri.
Perburuan binatang liar untuk upacara kerajaan.
Pertanian padi sawah dan ladang.
Pembuatan dan penjualan kerajinan logam dan perhiasan.
Penangkapan ikan di laut untuk ekspor.


25.
Kerajaan Mataram Kuno dikenal sebagai kerajaan agraris, sedangkan Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim.
Ciri-ciri yang tepat membedakan keduanya adalah:

Mataram berpusat di pedalaman Jawa yang subur.
Sriwijaya menguasai jalur perdagangan laut.
Mataram memiliki pelabuhan internasional besar.
Sriwijaya bergantung pada hasil sawah dan ladang.
Mataram banyak membangun candi di daerah pegunungan.


26.
Candi-candi peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia memiliki fungsi sosial dan keagamaan yang beragam.
Fungsi candi pada masa itu meliputi:

Tempat pemujaan dewa.
Tempat pemakaman raja.
Tempat pendidikan agama.
Tempat tinggal pendeta.
Benteng pertahanan kerajaan.


27.
Kerajaan Kediri berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya di Jawa Timur.
Kehidupan sosial budaya di Kediri ditandai oleh:

Berkembangnya karya sastra berbahasa Jawa Kuno.
Tersebarnya sistem kasta yang kaku di masyarakat.
Peningkatan hasil pertanian padi dan rempah.
Munculnya para pujangga dan penulis kerajaan.
Penggunaan aksara Pallawa pada prasasti.


28.
Kerajaan Majapahit dikenal dengan sistem pemerintahan yang teratur dan birokrasi yang luas.
Ciri-ciri administrasi Majapahit antara lain:

Adanya jabatan rakryan dan patih sebagai pembantu raja.
Dibentuknya dewan penasihat kerajaan (Sapta Prabu).
Adanya struktur daerah dengan bupati sebagai penguasa lokal.
Tidak mengenal sistem perpajakan.
Menerapkan hukum tertulis dalam pemerintahan.


29.
Sumber sejarah mengenai kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia berasal dari berbagai bentuk.
Yang termasuk sumber sejarah primer tentang masa Hindu-Buddha adalah:

Prasasti Yupa.
Kitab Pararaton.
Naskah Negarakertagama.
Catatan I-Tsing.
Arca dan relief pada candi.


30.
Masuknya budaya India ke Nusantara tidak menghilangkan budaya lokal, tetapi memunculkan bentuk kebudayaan baru.
Contoh nyata dari akulturasi budaya India dan Nusantara adalah:

Arsitektur candi yang menyerupai gunung.
Penggunaan bahasa Sanskerta dalam prasasti.
Upacara selamatan yang dilakukan masyarakat desa.
Cerita pewayangan dari epos Mahabharata.
Tata kota berbentuk mandala pada pusat kerajaan.


Berikut contoh 10 soal naratif pilihan ganda kategori Tepat / Tidak Tepat (3 pilihan: A, B, C) sesuai dengan materi kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Setiap soal berbentuk naratif (stimulus) dan diikuti tiga pernyataan yang harus dinilai “Tepat” atau “Tidak Tepat”.


1. Kerajaan Kutai Martadipura

Kerajaan Kutai Martadipura di Kalimantan Timur dikenal sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Informasi mengenai kerajaan ini diperoleh dari tujuh Yupa yang berisi pujian kepada Raja Mulawarman, putra Aswawarman, cucu Kudungga.

Kondisi Kehidupan di Kutai Martadipura | Tepat | Tidak Tepat

A. Yupa merupakan prasasti batu yang berfungsi sebagai tugu peringatan bagi para Brahmana.
B. Bahasa yang digunakan dalam Yupa adalah Melayu Kuno.
C. Raja Mulawarman dikenal dermawan karena memberikan sedekah besar kepada kaum Brahmana.


2. Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat berkembang pesat pada masa Raja Purnawarman. Prasasti Tugu menceritakan penggalian Sungai Gomati untuk mengairi lahan pertanian.

Kehidupan Politik dan Ekonomi Tarumanegara | Tepat | Tidak Tepat

A. Raja Purnawarman dikenal bijaksana dan memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.
B. Prasasti Tugu menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.
C. Tarumanegara merupakan kerajaan bercorak Buddha Mahayana.


3. Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya berkembang menjadi pusat perdagangan dan pendidikan agama Buddha di Asia Tenggara. Letaknya yang strategis di tepi Selat Malaka menjadikan Sriwijaya sebagai pusat maritim.

Kehidupan Ekonomi dan Religi Sriwijaya | Tepat | Tidak Tepat

A. Sriwijaya menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang terkenal hingga ke India.
B. Raja Balaputradewa dikenal sebagai pemeluk Hindu Siwaisme.
C. Letak geografis Sriwijaya sangat menguntungkan dalam mengontrol jalur perdagangan internasional.


4. Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno berkembang di Jawa Tengah dan melahirkan dua dinasti besar, Sanjaya (Hindu) dan Syailendra (Buddha).

Kehidupan Religi dan Budaya Mataram Kuno | Tepat | Tidak Tepat

A. Dinasti Syailendra membangun Candi Borobudur sebagai pusat kegiatan agama Buddha.
B. Prasasti Canggal menandai berdirinya Dinasti Syailendra.
C. Keruntuhan Mataram Kuno salah satunya disebabkan oleh letusan Gunung Merapi.


5. Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri dikenal sebagai masa keemasan sastra Jawa Kuno, dengan karya sastra seperti Bharatayudha dan Smara Dhahana.

Kehidupan Budaya dan Ekonomi Kediri | Tepat | Tidak Tepat

A. Raja terkenal Kediri adalah Jayabaya yang dikenal memiliki ramalan tentang masa depan Nusantara.
B. Karya sastra Bharatayudha ditulis oleh Mpu Panuluh dan Mpu Sedah.
C. Ekonomi Kediri bertumpu pada perdagangan maritim antar pulau.


6. Kerajaan Singasari

Kerajaan Singasari berdiri setelah runtuhnya Kediri dan mencapai puncak kejayaan pada masa Raja Kertanegara.

Kehidupan Politik Singasari | Tepat | Tidak Tepat

A. Kertanegara mengirim Ekspedisi Pamalayu untuk memperluas pengaruh ke Sumatra.
B. Singasari merupakan kerajaan bercorak Buddha Tantrayana.
C. Raden Wijaya adalah pendiri Singasari setelah menaklukkan Kediri.


7. Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaan di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada.

Kehidupan Politik dan Budaya Majapahit | Tepat | Tidak Tepat

A. Sumpah Palapa menunjukkan cita-cita Gajah Mada untuk mempersatukan Nusantara.
B. Kitab Negarakertagama dan Sutasoma menggambarkan kejayaan Majapahit.
C. Majapahit dikenal sebagai kerajaan bercorak Islam yang pertama di Jawa Timur.


8. Teori Masuknya Hindu-Buddha

Masuknya agama Hindu-Buddha ke Nusantara dijelaskan melalui berbagai teori seperti teori Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Arus Balik.

Evaluasi Teori Masuknya Agama Hindu-Buddha | Tepat | Tidak Tepat

A. Teori Brahmana menyebut bahwa para pendeta India datang ke Nusantara atas undangan raja setempat.
B. Teori Ksatria menyebut bahwa agama Hindu dibawa oleh pedagang India.
C. Teori Arus Balik menjelaskan bahwa penyebaran budaya India terjadi karena pelajar Nusantara yang belajar ke India lalu kembali ke tanah air.


9. Akulturasi Budaya Hindu-Buddha di Nusantara

Masuknya pengaruh budaya India tidak menghapus tradisi lokal, tetapi menyatu dalam bentuk akulturasi.

Bentuk Akulturasi Budaya | Tepat | Tidak Tepat

A. Candi dibangun di atas punden berundak sebagai wujud perpaduan budaya lokal dan Hindu-Buddha.
B. Upacara selamatan merupakan contoh akulturasi budaya antara India dan lokal.
C. Sistem kasta India diterapkan secara kaku di seluruh kerajaan Nusantara.


10. Peninggalan Budaya Hindu-Buddha

Berbagai peninggalan arsitektur dan prasasti menjadi bukti kebesaran kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.

Klasifikasi Peninggalan Budaya | Tepat | Tidak Tepat

A. Prasasti Yupa merupakan peninggalan Kerajaan Kutai.
B. Candi Prambanan adalah candi Buddha terbesar di Indonesia.
C. Arca Prajnaparamita ditemukan di Jawa Timur sebagai peninggalan masa Singasari.



🟩 Kunci Jawaban – Pilihan Ganda Naratif (1–20)

1.      E

2.      A

3.      E

4.      D

5.      E

6.      D

7.      C

8.      D

9.      B

10.  E

11.  C

12.  E

13.  D

14.  E

15.  D

16.  B

17.  D

18.  E

19.  E

20.  D


🟦 Kunci Jawaban – Pilihan Ganda Kompleks (21–30)

(Jawaban dapat lebih dari satu yang benar)

21.  B, D

22.  A, C, E

23.  B, D

24.  B, D

25.  B, D

26.  A, C, D

27.  A, C, D

28.  A, B, D

29.  A, D

30.  A, D, E

 

 

Berikut kunci jawaban lengkap untuk 10 soal naratif kategori Tepat / Tidak Tepat tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara 👇


1. Kerajaan Kutai Martadipura

Pernyataan

Jawaban

A. Yupa merupakan prasasti batu yang berfungsi sebagai tugu peringatan bagi para Brahmana.

Tepat

B. Bahasa yang digunakan dalam Yupa adalah Melayu Kuno.

Tidak Tepat (bahasanya Sanskerta)

C. Raja Mulawarman dikenal dermawan karena memberikan sedekah besar kepada kaum Brahmana.

Tepat


2. Kerajaan Tarumanegara

Pernyataan

Jawaban

A. Raja Purnawarman dikenal bijaksana dan memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.

Tepat

B. Prasasti Tugu menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.

Tepat

C. Tarumanegara merupakan kerajaan bercorak Buddha Mahayana.

Tidak Tepat (bercorak Hindu Wisnu)


3. Kerajaan Sriwijaya

Pernyataan

Jawaban

A. Sriwijaya menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang terkenal hingga ke India.

Tepat

B. Raja Balaputradewa dikenal sebagai pemeluk Hindu Siwaisme.

Tidak Tepat (penganut Buddha Mahayana)

C. Letak geografis Sriwijaya sangat menguntungkan dalam mengontrol jalur perdagangan internasional.

Tepat


4. Kerajaan Mataram Kuno

Pernyataan

Jawaban

A. Dinasti Syailendra membangun Candi Borobudur sebagai pusat kegiatan agama Buddha.

Tepat

B. Prasasti Canggal menandai berdirinya Dinasti Syailendra.

Tidak Tepat (menandai berdirinya Dinasti Sanjaya)

C. Keruntuhan Mataram Kuno salah satunya disebabkan oleh letusan Gunung Merapi.

Tepat


5. Kerajaan Kediri

Pernyataan

Jawaban

A. Raja terkenal Kediri adalah Jayabaya yang dikenal memiliki ramalan tentang masa depan Nusantara.

Tepat

B. Karya sastra Bharatayudha ditulis oleh Mpu Panuluh dan Mpu Sedah.

Tepat

C. Ekonomi Kediri bertumpu pada perdagangan maritim antar pulau.

Tidak Tepat (lebih pada pertanian dan perdagangan sungai/brantas)


6. Kerajaan Singasari

Pernyataan

Jawaban

A. Kertanegara mengirim Ekspedisi Pamalayu untuk memperluas pengaruh ke Sumatra.

Tepat

B. Singasari merupakan kerajaan bercorak Buddha Tantrayana.

Tepat

C. Raden Wijaya adalah pendiri Singasari setelah menaklukkan Kediri.

Tidak Tepat (Raden Wijaya mendirikan Majapahit)


7. Kerajaan Majapahit

Pernyataan

Jawaban

A. Sumpah Palapa menunjukkan cita-cita Gajah Mada untuk mempersatukan Nusantara.

Tepat

B. Kitab Negarakertagama dan Sutasoma menggambarkan kejayaan Majapahit.

Tepat

C. Majapahit dikenal sebagai kerajaan bercorak Islam yang pertama di Jawa Timur.

Tidak Tepat (bercorak Hindu-Buddha)


8. Teori Masuknya Hindu-Buddha

Pernyataan

Jawaban

A. Teori Brahmana menyebut bahwa para pendeta India datang ke Nusantara atas undangan raja setempat.

Tepat

B. Teori Ksatria menyebut bahwa agama Hindu dibawa oleh pedagang India.

Tidak Tepat (itu teori Waisya)

C. Teori Arus Balik menjelaskan bahwa penyebaran budaya India terjadi karena pelajar Nusantara yang belajar ke India lalu kembali ke tanah air.

Tepat


9. Akulturasi Budaya Hindu-Buddha

Pernyataan

Jawaban

A. Candi dibangun di atas punden berundak sebagai wujud perpaduan budaya lokal dan Hindu-Buddha.

Tepat

B. Upacara selamatan merupakan contoh akulturasi budaya antara India dan lokal.

Tepat

C. Sistem kasta India diterapkan secara kaku di seluruh kerajaan Nusantara.

Tidak Tepat (sistem kasta diadaptasi lebih longgar)


10. Peninggalan Budaya Hindu-Buddha

Pernyataan

Jawaban

A. Prasasti Yupa merupakan peninggalan Kerajaan Kutai.

Tepat

B. Candi Prambanan adalah candi Buddha terbesar di Indonesia.

Tidak Tepat (candi Hindu terbesar)

C. Arca Prajnaparamita ditemukan di Jawa Timur sebagai peninggalan masa Singasari.

Tepat


 

SOAL PILIHAN GANDA NARASI DESKRIPTIF

1.
Masuknya Islam ke Nusantara membawa perubahan besar dalam sistem kepercayaan masyarakat yang sebelumnya dipengaruhi ajaran Hindu-Buddha. Salah satu bukti nyata perubahan itu terlihat dalam berkembangnya pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam pertama. Pesantren menjadi pusat penyebaran ilmu agama sekaligus membentuk karakter masyarakat.
Apa makna penting berdirinya pesantren dalam konteks perkembangan Islam di Nusantara?

A. Sebagai tempat pelatihan militer bagi para pengikut Islam.
B. Sebagai simbol perlawanan terhadap pengaruh budaya Hindu-Buddha.
C. Sebagai pusat pembelajaran agama dan pembentukan moral masyarakat.
D. Sebagai sarana politik kerajaan Islam untuk memperluas kekuasaan.
E. Sebagai lembaga yang hanya diperuntukkan bagi bangsawan muslim.


2.
Pada masa Kerajaan Samudra Pasai, aktivitas perdagangan berkembang pesat. Letak kerajaan yang strategis di pesisir Sumatra membuatnya menjadi pusat pertemuan para pedagang dari berbagai bangsa. Akibatnya, nilai-nilai Islam dengan cepat menyebar melalui interaksi dagang.
Apa yang menjadi faktor utama pesatnya penyebaran Islam di Samudra Pasai?

A. Kegiatan dakwah para sufi di pedalaman.
B. Pengaruh kuat kerajaan-kerajaan di Jawa.
C. Perdagangan internasional yang mempertemukan banyak bangsa.
D. Dukungan kekaisaran Turki Utsmani dalam penyebaran Islam.
E. Paksaan dari penguasa agar rakyat memeluk Islam.


3.
Salah satu peninggalan penting masa Kerajaan Demak adalah Masjid Agung Demak yang mencerminkan akulturasi budaya Hindu-Buddha dan Islam. Bentuk atap tumpang tiga yang menyerupai meru menggambarkan penerimaan terhadap tradisi lokal.
Apa pesan penting dari bentuk arsitektur Masjid Agung Demak tersebut?

A. Islam berkembang dengan menolak seluruh budaya lama.
B. Adanya kompromi budaya antara tradisi lokal dan ajaran Islam.
C. Upaya kerajaan untuk menghapus simbol-simbol Hindu-Buddha.
D. Dominasi budaya Arab atas budaya Jawa.
E. Penolakan masyarakat terhadap bentuk budaya asing.


4.
Kerajaan Aceh Darussalam mencapai masa kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda. Di bawah kepemimpinannya, Aceh menjadi pusat ilmu pengetahuan dan perdagangan. Banyak ulama dan pedagang dari Timur Tengah datang ke Aceh untuk berdakwah dan berdagang.
Faktor apa yang paling menentukan kejayaan Aceh pada masa itu?

A. Letak strategis di jalur pelayaran internasional.
B. Dukungan penuh dari kekaisaran Mughal.
C. Hasil bumi yang melimpah dari pedalaman Sumatra.
D. Penemuan teknologi baru dalam pembuatan kapal.
E. Hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan Eropa.


5.
Wali Songo dikenal sebagai tokoh penting dalam proses Islamisasi di Jawa. Mereka menggunakan pendekatan budaya seperti wayang, gamelan, dan seni ukir untuk menyebarkan ajaran Islam.
Mengapa metode dakwah Wali Songo dianggap sangat berhasil?

A. Karena menggunakan pendekatan kekerasan untuk mempercepat Islamisasi.
B. Karena menyesuaikan ajaran Islam dengan budaya lokal tanpa mengubah nilainya.
C. Karena mendapat dukungan penuh dari kerajaan Hindu-Buddha.
D. Karena hanya berfokus pada kalangan bangsawan dan pedagang.
E. Karena menolak segala bentuk tradisi lokal yang bertentangan dengan Islam.


6.
Pada masa Kerajaan Mataram Islam, Sultan Agung berhasil menyatukan wilayah Jawa bagian tengah dan timur. Ia juga dikenal karena kebijakan penyatuan kalender Saka dan Hijriah.
Apa tujuan utama Sultan Agung menggabungkan kedua kalender tersebut?

A. Untuk memperlihatkan kekuasaan politiknya kepada rakyat.
B. Untuk menyatukan tradisi Islam dan kejawen dalam kehidupan masyarakat.
C. Untuk menyaingi kalender yang digunakan oleh bangsa Eropa.
D. Untuk memudahkan pengaturan perdagangan antarwilayah.
E. Untuk menggantikan seluruh sistem penanggalan sebelumnya.


7.
Kerajaan Gowa-Tallo di Sulawesi Selatan berkembang pesat setelah Islam dijadikan agama resmi. Sultan Alauddin berhasil mengubah Gowa menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam di kawasan timur Indonesia.
Apa dampak utama pengislaman Gowa-Tallo terhadap wilayah timur Nusantara?

A. Menjadi awal mula perpecahan antar kerajaan di Maluku.
B. Meningkatnya pengaruh kerajaan Portugis di wilayah timur.
C. Mempercepat penyebaran Islam ke daerah Nusa Tenggara dan Maluku.
D. Mengakhiri seluruh tradisi lokal yang masih animistis.
E. Menghambat perkembangan ekonomi karena perang antar kerajaan.


8.
Dalam bidang ekonomi, kerajaan-kerajaan Islam di pesisir utara Jawa seperti Demak dan Banten berkembang karena aktivitas perdagangan rempah-rempah. Banyak pedagang dari Arab, Gujarat, dan Tiongkok datang untuk berdagang.
Apa dampak sosial dari kegiatan perdagangan ini bagi masyarakat pesisir?

A. Terjadi kesenjangan sosial yang semakin tajam.
B. Terbentuknya masyarakat multikultural dengan nilai toleransi tinggi.
C. Hilangnya identitas budaya lokal akibat pengaruh asing.
D. Meningkatnya konflik antar pedagang lokal dan asing.
E. Menurunnya minat masyarakat terhadap pendidikan agama.


9.
Penyebaran Islam di Kalimantan tidak dilakukan melalui penaklukan, melainkan lewat hubungan dagang dan perkawinan. Banyak bangsawan setempat yang memeluk Islam setelah berinteraksi dengan pedagang Muslim.
Apa makna penting dari cara penyebaran Islam tersebut?

A. Islam masuk dengan cara damai dan menghargai struktur sosial lokal.
B. Islam berkembang karena adanya tekanan dari kerajaan luar.
C. Penyebaran Islam menimbulkan konflik dengan penduduk asli.
D. Masuknya Islam menghapus seluruh tradisi daerah.
E. Islam disebarkan secara eksklusif hanya di kalangan bangsawan.


10.
Kerajaan Banten menjadi salah satu pelabuhan terbesar pada abad ke-16. Selain menjadi pusat perdagangan, Banten juga menjadi tempat penyebaran ajaran Islam ke daerah barat Nusantara.
Apa peran utama Banten dalam perkembangan Islam di Nusantara?

A. Sebagai pusat kekuasaan politik tertinggi di Jawa.
B. Sebagai penghubung perdagangan antara Maluku dan India.
C. Sebagai basis penyebaran Islam dan pusat perdagangan internasional.
D. Sebagai benteng pertahanan menghadapi serangan Portugis.
E. Sebagai tempat pelatihan para prajurit kerajaan.


11.
Salah satu ciri khas perkembangan budaya Islam di Nusantara adalah munculnya karya sastra bernuansa Islam, seperti “Hikayat” dan “Syair”.
Apa peran karya sastra tersebut dalam masyarakat masa itu?

A. Menjadi hiburan semata tanpa nilai moral.
B. Mengandung pesan dakwah dan ajaran keagamaan yang mudah diterima rakyat.
C. Menjadi alat propaganda politik kerajaan Islam.
D. Menyaingi tradisi lisan yang sudah berkembang sebelumnya.
E. Menghapuskan seluruh kisah lama yang berakar dari Hindu-Buddha.


12.
Islamisasi di Indonesia tidak hanya melalui perdagangan dan dakwah, tetapi juga melalui pendidikan formal seperti madrasah dan surau.
Bagaimana pengaruh lembaga-lembaga pendidikan tersebut terhadap masyarakat?

A. Membentuk masyarakat yang melek huruf dan memahami ajaran agama.
B. Menimbulkan konflik dengan lembaga pendidikan tradisional.
C. Mengurangi peran ulama dalam kehidupan sosial.
D. Membatasi akses pendidikan hanya bagi kalangan bangsawan.
E. Menghapus seluruh tradisi belajar lokal.


13.
Kerajaan Ternate dan Tidore berkembang sebagai kerajaan Islam yang kuat di Maluku. Mereka bersaing dalam perdagangan rempah-rempah, terutama dengan bangsa Portugis dan Spanyol.
Bagaimana dampak persaingan itu terhadap kekuasaan kedua kerajaan?

A. Menguatkan kerja sama antara Ternate dan Tidore.
B. Menyebabkan terjadinya peperangan dan campur tangan bangsa Eropa.
C. Mendorong munculnya kekuatan baru dari pedalaman Maluku.
D. Membuat kedua kerajaan menguasai seluruh perdagangan Asia.
E. Menumbuhkan persatuan antara kerajaan Islam dan Kristen.


14.
Penyebaran Islam di Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh Sunan Giri. Ia dikenal dengan metode dakwah yang kreatif, seperti menciptakan permainan anak-anak yang bernilai moral Islam.
Apa keunggulan pendekatan dakwah yang dilakukan Sunan Giri?

A. Menggunakan kekuatan politik untuk menyebarkan Islam.
B. Menanamkan nilai Islam melalui budaya dan pendidikan anak.
C. Menghapus seluruh tradisi lokal secara total.
D. Menjadikan pesantren sebagai alat politik kerajaan.
E. Mendorong masyarakat meninggalkan kegiatan ekonomi.


15.
Perdagangan laut antara Nusantara dan bangsa asing mempercepat masuknya pengaruh Islam. Pelabuhan seperti Gresik, Tuban, dan Jepara menjadi pintu masuk utama bagi para pedagang Muslim.
Apa peran utama kota pelabuhan dalam proses Islamisasi?

A. Sebagai tempat penyimpanan hasil bumi kerajaan.
B. Sebagai pusat interaksi ekonomi dan budaya antara bangsa-bangsa.
C. Sebagai tempat pelatihan prajurit kerajaan.
D. Sebagai benteng pertahanan terhadap serangan luar.
E. Sebagai lokasi penyebaran agama lokal.


16.
Di Kesultanan Banjar, raja yang pertama kali memeluk Islam adalah Pangeran Samudera. Setelah menjadi sultan, ia mengubah sistem pemerintahan berdasarkan hukum Islam.
Apa pengaruh keputusan ini terhadap masyarakat Banjar?

A. Menyebabkan konflik dengan kerajaan tetangga yang non-Islam.
B. Membawa perubahan hukum dan tata kehidupan masyarakat.
C. Menghapus struktur sosial yang sudah ada.
D. Menurunkan minat rakyat terhadap perdagangan.
E. Membatasi peran ulama dalam pemerintahan.


17.
Dalam bidang seni, pengaruh Islam tampak pada kaligrafi yang menghiasi dinding masjid dan makam. Seni kaligrafi menggantikan relief tokoh dewa atau manusia seperti masa Hindu-Buddha.
Apa makna perubahan tersebut?

A. Menunjukkan peralihan nilai estetika sesuai ajaran Islam.
B. Menghapus seluruh bentuk seni tradisional Nusantara.
C. Menandai kemunduran kreativitas seniman lokal.
D. Menjadi bukti penolakan terhadap pengaruh luar.
E. Menggantikan fungsi tulisan aksara Jawa dan Kawi.


18.
Islam juga membawa perubahan dalam bidang ekonomi. Prinsip kejujuran, zakat, dan larangan riba mulai diterapkan dalam perdagangan.
Apa dampak sosial dari penerapan nilai-nilai ekonomi Islam tersebut?

A. Meningkatnya kepercayaan antar pedagang.
B. Munculnya monopoli perdagangan oleh kerajaan.
C. Terjadinya konflik antar pemeluk agama.
D. Menurunnya peran pedagang lokal.
E. Melemahnya sistem ekonomi maritim.


19.
Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan politik masyarakat Islam.
Apa fungsi sosial utama masjid pada masa kerajaan Islam di Nusantara?

A. Tempat penampungan logistik kerajaan.
B. Tempat pertemuan masyarakat dan pusat pengambilan keputusan.
C. Tempat hiburan rakyat dan kesenian daerah.
D. Tempat menyimpan arsip pemerintahan.
E. Tempat pelatihan militer bagi prajurit.


20.
Sultan Iskandar Thani dari Aceh dikenal sebagai penguasa yang mendukung kegiatan keilmuan. Ia mengundang banyak ulama dan cendekiawan ke istananya.
Apa dampak kebijakan tersebut bagi Kerajaan Aceh?

A. Menurunnya kegiatan perdagangan.
B. Meningkatnya peran ulama dalam pemerintahan dan pendidikan.
C. Hilangnya tradisi lokal akibat pengaruh luar.
D. Terjadinya konflik antara bangsawan dan ulama.
E. Berkurangnya minat rakyat terhadap pendidikan agama.

 

 

 

Baik, berikut lanjutan 10 soal tipe “Pilihan Ganda Kompleks” dan 10 soal tipe “Tepat/Tidak Tepat” dengan tema:

Elemen/Materi: Kehidupan religi, budaya, politik, dan ekonomi masyarakat di Nusantara pada masa kerajaan Islam
Kompetensi: Menganalisis hubungan antara masuknya agama dan kebudayaan Islam dengan perubahan dalam sistem politik, ekonomi, serta perkembangan budaya masyarakat Nusantara.

Kunci jawaban tidak ditampilkan sesuai permintaan Anda.


🕌 A. Soal Pilihan Ganda Kompleks (Jawaban benar bisa lebih dari satu)

1.
Penyebaran Islam di Nusantara tidak hanya dilakukan melalui dakwah para ulama, tetapi juga lewat jalur perdagangan dan perkawinan.
Bentuk-bentuk penyebaran Islam di Nusantara yang benar ditunjukkan oleh pernyataan berikut:

Para pedagang Muslim menikah dengan penduduk setempat.
Islam disebarkan dengan cara penaklukan bersenjata.
Ulama mengajarkan ajaran Islam melalui pesantren.
Para penguasa lokal dipaksa memeluk Islam.
Cerita rakyat dan seni digunakan sebagai media dakwah.


2.
Kerajaan Islam di Nusantara berkembang menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam. Ciri-ciri utama kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia antara lain:

Letaknya strategis di jalur perdagangan laut.
Pemerintahan dijalankan dengan sistem kekaisaran Romawi.
Raja berperan sebagai pemimpin politik dan agama.
Mengembangkan sistem kasta seperti masa Hindu-Buddha.
Menggunakan hukum Islam dalam kehidupan masyarakat.


3.
Perkembangan Islam di bidang seni dan budaya tampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Manakah yang merupakan pengaruh seni Islam pada masa kerajaan-kerajaan Islam?

Kaligrafi Arab menghiasi dinding masjid dan makam.
Wayang dijadikan sarana penyebaran nilai-nilai Islam.
Patung-patung dewa digunakan sebagai lambang kerajaan.
Naskah-naskah berhuruf Arab Melayu berkembang pesat.
Relief candi menjadi simbol utama kebudayaan Islam.


4.
Masjid pada masa kerajaan Islam memiliki fungsi yang beragam.
Fungsi-fungsi masjid yang berkembang pada masa itu adalah:

Tempat ibadah umat Islam.
Pusat pendidikan dan dakwah.
Gudang penyimpanan hasil bumi kerajaan.
Tempat musyawarah masyarakat.
Markas militer utama kerajaan.


5.
Perkembangan ekonomi pada masa kerajaan Islam sangat dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan maritim.
Pernyataan yang menggambarkan kondisi ekonomi masa itu antara lain:

Pelabuhan menjadi pusat interaksi antarbangsa.
Pajak perdagangan diterapkan untuk mengatur ekonomi.
Kerajaan Islam hanya bergantung pada pertanian.
Hubungan dagang dengan Arab dan India semakin kuat.
Perdagangan rempah-rempah menjadi sumber utama pendapatan kerajaan.


6.
Proses Islamisasi di Jawa melibatkan peran penting para wali.
Peran para Wali Songo dalam penyebaran Islam antara lain:

Mengembangkan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam.
Menghapus seluruh adat istiadat lokal.
Menciptakan kesenian bernilai dakwah.
Membimbing rakyat dalam kehidupan sosial dan agama.
Melarang interaksi dengan masyarakat non-Islam.


7.
Kerajaan Aceh dikenal sebagai pusat perdagangan dan keilmuan Islam di Asia Tenggara.
Faktor yang menjadikan Aceh sebagai pusat penting penyebaran Islam adalah:

Letaknya strategis di jalur pelayaran internasional.
Dukungan ulama dari Timur Tengah.
Produksi rempah-rempah yang melimpah.
Penerapan hukum Islam secara ketat.
Isolasi dari pengaruh bangsa Eropa.


8.
Akulturasi budaya Islam dengan tradisi lokal menghasilkan berbagai bentuk kebudayaan baru.
Yang termasuk hasil akulturasi budaya Islam dengan lokal yaitu:

Masjid berkubah dan berpintu besar bergaya Timur Tengah.
Masjid beratap tumpang tiga seperti di Demak.
Tradisi Sekaten untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad.
Relief cerita Ramayana di candi-candi Hindu.
Seni ukir bernuansa kaligrafi Arab.


9.
Perkembangan sastra Islam di Nusantara melahirkan berbagai karya tulis penting.
Yang termasuk karya sastra bercorak Islam adalah:

Hikayat Raja-Raja Pasai.
Syair Perahu karya Hamzah Fansuri.
Negarakertagama karya Mpu Prapanca.
Tajussalatin karya Bukhari al-Jauhari.
Serat Wedhatama karya Mangkunegara IV.


10.
Islam memberikan pengaruh besar terhadap sistem sosial masyarakat.
Ciri-ciri sistem sosial Islam pada masa kerajaan-kerajaan Islam adalah:

Masyarakat dibedakan berdasarkan kasta.
Status sosial ditentukan oleh keimanan dan akhlak.
Adanya kesetaraan antara bangsawan dan rakyat.
Perbudakan dilarang dalam sistem sosial Islam.
Hubungan sosial didasarkan pada kekayaan dan keturunan.


Berikut 10 soal naratif pilihan ganda kategori Tepat / Tidak Tepat (masing-masing dengan 3 pernyataan) sesuai dengan materi Kehidupan Religi, Budaya, Politik, dan Ekonomi Masyarakat di Nusantara pada Masa Kerajaan Islam.
Semua soal disusun berbasis konteks sejarah nyata dan berorientasi analisis (HOTS).


1. Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Samudra Pasai di pesisir utara Sumatra merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Letaknya yang strategis menjadikannya pusat perdagangan internasional sekaligus tempat penyebaran Islam di Asia Tenggara.

Kehidupan Ekonomi dan Religi Samudra Pasai | Tepat | Tidak Tepat

A. Samudra Pasai dikenal sebagai penghasil lada dan pusat perdagangan internasional.
B. Raja Malik Al Saleh merupakan raja pertama Samudra Pasai yang memeluk Islam.
C. Samudra Pasai lebih banyak berdagang dengan pedagang Spanyol dan Portugis.


2. Kerajaan Aceh Darussalam

Kerajaan Aceh Darussalam mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda (1607–1636). Pada masa ini, Aceh menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Asia Tenggara.

Kehidupan Politik dan Ekonomi Aceh | Tepat | Tidak Tepat

A. Iskandar Muda memperkuat armada laut untuk menguasai perdagangan Selat Malaka.
B. Aceh terkenal dengan sistem politik teokratis yang berlandaskan hukum Islam.
C. Aceh menjalin hubungan dagang erat dengan Belanda untuk melawan Portugis.


3. Kesultanan Demak

Kesultanan Demak berdiri sekitar abad ke-15 dan menjadi kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Pusat pemerintahan berada di pesisir utara Jawa yang strategis untuk perdagangan.

Kehidupan Politik dan Budaya Demak | Tepat | Tidak Tepat

A. Raden Patah merupakan pendiri Kesultanan Demak dan keturunan Majapahit.
B. Masjid Agung Demak menjadi simbol akulturasi budaya Islam dan Jawa.
C. Demak runtuh karena kekalahan dalam perang dengan Portugis di Malaka.


4. Kesultanan Banten

Kesultanan Banten berkembang sebagai pelabuhan internasional dan pusat perdagangan lada di ujung barat Pulau Jawa.

Kehidupan Ekonomi dan Politik Banten | Tepat | Tidak Tepat

A. Sultan Ageng Tirtayasa berusaha mempertahankan kedaulatan Banten dari campur tangan VOC.
B. Kejayaan ekonomi Banten didukung oleh perdagangan rempah-rempah dan lada.
C. Banten menjadi kerajaan bawahan Mataram sejak awal berdirinya.


5. Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo)

Kesultanan Makassar berkembang sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan internasional di bagian timur Nusantara.

Kehidupan Ekonomi dan Politik Gowa-Tallo | Tepat | Tidak Tepat

A. Sultan Hasanuddin dikenal sebagai “Ayam Jantan dari Timur” karena keberaniannya melawan VOC.
B. Perjanjian Bongaya memperkuat posisi Kesultanan Gowa dalam perdagangan rempah.
C. Gowa-Tallo berkembang karena letaknya strategis di jalur perdagangan rempah dunia.


6. Kesultanan Ternate dan Tidore

Kedua kerajaan ini terletak di Maluku dan menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dunia pada abad ke-16.

Kehidupan Ekonomi dan Politik Ternate–Tidore | Tepat | Tidak Tepat

A. Persaingan Ternate dan Tidore dimanfaatkan bangsa Eropa untuk menguasai perdagangan.
B. Sultan Baabullah dari Ternate berhasil mengusir Portugis dari Maluku.
C. Tidore merupakan kerajaan yang bersekutu dengan VOC untuk mengusir Portugis.


7. Penyebaran Islam di Nusantara

Masuknya Islam ke Nusantara berlangsung damai melalui berbagai jalur seperti perdagangan, perkawinan, pendidikan, dan kesenian.

Proses dan Media Penyebaran Islam | Tepat | Tidak Tepat

A. Para ulama dan pedagang memainkan peran penting dalam dakwah Islam di pesisir.
B. Penyebaran Islam terjadi terutama melalui penaklukan dan peperangan.
C. Seni wayang dan gamelan dimanfaatkan sebagai media dakwah Islam di Jawa.


8. Perkembangan Pendidikan Islam

Pada masa kerajaan Islam, berkembang lembaga pendidikan seperti surau, pesantren, dan masjid yang menjadi pusat belajar agama.

Kehidupan Religi dan Pendidikan Islam | Tepat | Tidak Tepat

A. Surau dan pesantren berperan dalam membentuk tokoh-tokoh ulama di Nusantara.
B. Ajaran Islam disebarkan hanya melalui pengajaran formal di istana.
C. Kitab kuning menjadi salah satu sumber pembelajaran utama di pesantren.


9. Akulturasi Budaya Islam dan Lokal

Masuknya Islam tidak menghapus budaya lokal, melainkan berpadu dalam bentuk akulturasi.

Bentuk Akulturasi Budaya Islam | Tepat | Tidak Tepat

A. Tradisi sekaten di Yogyakarta dan Surakarta merupakan hasil perpaduan budaya Islam dan Jawa.
B. Arsitektur masjid di Indonesia banyak mengadopsi bentuk atap meru khas Hindu.
C. Sistem pemerintahan Islam menghapus seluruh tradisi kerajaan sebelumnya.


10. Perubahan Sosial dan Ekonomi Masyarakat

Masuknya Islam membawa perubahan besar dalam sistem sosial, politik, dan ekonomi masyarakat Nusantara.

Dampak Masuknya Islam di Nusantara | Tepat | Tidak Tepat

A. Islam memperkenalkan sistem ekonomi berbasis perdagangan dan jaringan internasional.
B. Struktur sosial masyarakat menjadi lebih terbuka karena tidak mengenal sistem kasta.
C. Sistem pemerintahan Islam membuat perdagangan lokal semakin terisolasi.


 

 

 

Berikut kunci jawaban untuk 20 soal narasi deskriptif tentang Kehidupan religi, budaya, politik, dan ekonomi masyarakat di Nusantara pada masa kerajaan Islam:


1. E
2. B
3. D
4. E
5. C
6. B
7. E
8. D
9. C
10. E
11. A
12. D
13. C
14. E
15. B
16. D
17. A
18. C
19. E
20. B


🔹 10 Soal Pilihan Ganda Kompleks (Nomor 21–30)

21. Benar: A, C
22. Benar: B, D
23. Benar: A, B, D
24. Benar: A, C
25. Benar: B, C
26. Benar: A, D
27. Benar: B, C, D
28. Benar: A, B
29. Benar: C, D
30. Benar: A, C, D


Berikut kunci jawaban untuk soal nomor 1–10 tentang Kerajaan Islam di Nusantara:


1. Kerajaan Demak

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

A

Demak didirikan oleh Raden Patah, keturunan Majapahit.

B

Masjid Agung Demak menjadi simbol akulturasi budaya Islam dan Jawa.

C

Islam disebarkan dengan cara penaklukan bersenjata di Jawa.

D

Letak Demak strategis di jalur perdagangan laut Jawa.


2. Kerajaan Aceh Darussalam

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

A

Sultan Iskandar Muda memperluas wilayah kekuasaan Aceh.

B

Aceh menjadi tempat berdirinya universitas tertua di Asia Tenggara.

C

Hubungan dengan bangsa Arab memperkuat ajaran Islam di Aceh.

D

Aceh mengalami kemunduran akibat kedatangan Portugis.


3. Perkembangan Ekonomi Kerajaan Islam

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

A

Kerajaan Islam menguasai jalur rempah-rempah Nusantara.

B

Perdagangan dilakukan secara tertutup dan hanya antar bangsawan.

C

Para pedagang dari Gujarat dan Arab ikut memperkenalkan Islam.

D

Pajak perdagangan digunakan untuk membiayai dakwah Islam.


4. Wali Songo

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

A

Mengajarkan Islam melalui seni dan budaya lokal.

B

Mendirikan pesantren sebagai pusat dakwah.

C

Melarang seluruh bentuk kesenian daerah.

D

Menggunakan pendekatan damai dalam penyebaran Islam.


5. Akulturasi Budaya Islam

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

A

Masjid Demak memiliki atap menyerupai bentuk meru.

B

Kaligrafi Arab menghiasi dinding masjid dan nisan.

C

Seni pahat dewa-dewi digunakan dalam masjid.

D

Tradisi Sekaten muncul dari pengaruh budaya Islam.


6. Kerajaan Gowa-Tallo

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

A

Sultan Alauddin menjadikan Islam agama resmi kerajaan.

B

Islam masuk ke Sulawesi melalui hubungan dagang.

C

Pengaruh Islam hanya terbatas di kalangan bangsawan.

D

Gowa-Tallo menjadi pelabuhan penting di kawasan timur.


7. Penyebaran Islam di Nusantara

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

A

Melalui jalur perdagangan dan perkawinan.

B

Dengan memanfaatkan lembaga pendidikan Islam.

C

Dengan menghancurkan tempat ibadah lama.

D

Dengan menyebarkan nilai-nilai Islam melalui sastra dan seni.


8. Pengaruh Islam terhadap Sistem Sosial

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

A

Menghapus sistem kasta dalam masyarakat.

B

Menegaskan kesetaraan antar manusia.

C

Membatasi hak rakyat dalam pemerintahan.

D

Menumbuhkan solidaritas sosial melalui zakat dan wakaf.


9. Kesultanan Banten

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

A

Banten menjadi pusat perdagangan rempah-rempah.

B

Raja Banten dikenal adil dan bijaksana terhadap rakyat.

C

Banten menolak pengaruh asing dalam perdagangan.

D

Islam berkembang pesat di bawah perlindungan kerajaan.


10. Kehidupan Budaya Masyarakat Islam

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

A

Hikayat dan Syair berisi pesan moral Islam.

B

Surau dan pesantren menjadi pusat pendidikan agama.

C

Naskah keagamaan ditulis dengan huruf Arab Melayu.

D

Pendidikan agama hanya diperuntukkan bagi bangsawan.




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama